Majalah — Peta dunia bukan sekadar gambaran geografis, melainkan bukti perkembangan ilmu pengetahuan dan cara pandang manusia terhadap bumi. Perjalanan kartografi dunia mencatat berbagai milestone penting:
Peta Babilonia (Abad ke-6 SM): Peta tertua di tablet tanah liat yang menggambarkan bumi berbentuk piringan datar berpusat di Babilonia.
Geography karya Ptolemaeus (150 M): Peta kuno pertama yang menerapkan sistem koordinat lintang dan bujur.
Tabula Rogeriana karya Al-Idrisi (1154 M): Peta paling akurat di zamannya hasil karya ilmuwan Muslim Muhammad al-Idrisi, dibuat 500 tahun sebelum peta modern Eropa.
Peta Waldseemüller (1507 M): Peta pertama yang mencantumkan nama "Amerika".
Proyeksi Mercator (1569 M): Peta standar navigasi ciptaan Gerardus Mercator yang mendistorsi ukuran daratan—membuat wilayah kutub tampak raksasa, sementara wilayah khatulistiwa terlihat mengecil.
Era Baru: PBB Dorong Peta Equal Earth
Pada 4 September 2026, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi A/RES/80/306 bertajuk "Correct the Map" yang diusung Togo. Resolusi ini mendorong penggunaan proyeksi Equal Earth untuk menggantikan Mercator di lembaga pendidikan dan media.
Dengan peta Equal Earth, wilayah di sekitar garis khatulistiwa—termasuk Indonesia dan benua Afrika—kini ditampilkan secara adil, proporsional, dan akurat sesuai ukuran sebenarnya.
Selengkapnya ada dieisi 79
