7URNALKITA+ — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menetapkan Mpox atau cacar monyet sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Global (Public Health Emergency of International Concern). Penetapan status darurat ini bukan tanpa alasan. Selain karena angka kasus global yang telah menembus 99.000 kasus dengan 208 kematian hingga pertengahan tahun, kini muncul varian baru yang terbukti jauh lebih cepat menular dan memicu gejala yang lebih berat.
Ancaman ini nyatanya sudah berada di depan mata masyarakat Indonesia. Terhitung sejak tahun 2022 hingga pertengahan tahun, telah terdeteksi sebanyak 88 kasus terkonfirmasi yang tersebar di enam provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, DIY, dan Riau. DKI Jakarta menjadi wilayah dengan temuan kasus terbanyak mencapai 59 kasus, disusul Jawa Barat dengan 13 kasus, serta Banten dengan 9 kasus.
Penulis artikel kesehatan yang juga mantan Kepala Puskesmas di Garut, Lia Sriwati Waluya, menjelaskan bahwa cacar monyet merupakan penyakit infeksi menular akibat orthopoxvirus. Penyakit ini dapat menginfeksi manusia baik melalui kontak dengan hewan liar maupun penularan antanmanusia.
Kenali Ciri dan Jalur Penularannya
Gejala utama yang paling mudah dikenali adalah munculnya ruam atau bintil berair mirip bisul di area wajah, dada, hingga bagian dalam hidung dan mulut. Gejala ini umumnya disertai demam, tubuh terasa tidak enak badan, serta pembengkakan kelenjar getah bening di area rahang bawah, leher, atau selangkangan.
Jalur penularannya pun terbilang beragam. Risiko tertinggi terjadi melalui kontak fisik langsung dengan lesi kulit, pustula, atau cairan tubuh seperti darah dan nanah dari orang yang terinfeksi. Selain itu, penularan dapat terjadi melalui barang-barang pribadi yang terkontaminasi seperti pakaian, hand towel, atau sprei. Meski terbilang jarang, virus ini juga berpotensi menyebar melalui percikan droplet di udara saat penderita batuk atau bersin, hingga penularan dari ibu hamil ke bayinya saat proses persalinan.
Langkah Efektif Membentengi Diri
Guna mencegah penularan yang semakin meluas, langkah utama yang harus dilakukan adalah menghindari kontak langsung dengan lesi atau cairan tubuh orang yang bergejala. Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan pribadi dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol, serta tidak saling meminjamkan barang-barang pribadi.
Penggunaan masker dan alat pelindung diri sangat disarankan jika berada di lingkungan berisiko tinggi. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan vaksinasi khusus, meski saat ini masih diprioritaskan bagi kelompok berisiko tinggi di daerah temuan kasus. Apabila muncul gejala mencurigakan seperti ruam dan demam, masyarakat diminta untuk segera mengisolasi diri dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Penasaran dengan strategi lengkap penanganan darurat kesehatan serta tips pencegahan Mpox di lingkungan keluarga dari para ahli kesehatan lingkungan?
Simak ulasan selengkapnya dan panduan medis mendalam hanya di Majalah JKP Edisi 55!
