7urnalkita+ — Fenomena doom spending kini menjadi ancaman nyata yang mengintai keuangan generasi muda, khususnya Milenial dan Gen Z
Data studi global menunjukkan fakta yang mencengangkan, di mana sebanyak 43 persen generasi milenial dan 35 persen Gen Z mengaku rela menghabiskan uang hanya demi membuat perasaan mereka merasa lebih baik
Didorong Media Sosial dan Paparan Berita Buruk
Tren doom spending tumbuh subur akibat tingginya intensitas penggunaan media sosial yang paparan videonya kerap memicu kekhawatiran finansial harian
Para ahli menegaskan bahwa terapi berbelanja (retail therapy) bukanlah solusi atas kekacauan emosional
Langkah Efektif Membentengi Diri dari 'Doom Spending'
Guna mencegah pengeluaran yang sia-sia, para ahli menyarankan tujuh strategi utama yang bisa langsung diterapkan
Strategi selanjutnya adalah mengenali dan mengolah emosi dasar pemicu belanja dengan cara bercerita kepada teman tepercaya, berdiskusi dengan terapis, meditasi, atau menulis jurnal
Masyarakat juga diimbau untuk melatih jeda dengan menunda pembelian impulsif selama sehari atau seminggu, menghapus aplikasi belanja yang terlalu mempermudah transaksi, serta membiasakan diri menuliskan tiga hal yang disyukuri setiap hari agar tidak terus-menerus merasa kekurangan
Penasaran dengan trik mengelola emosi dan panduan lengkap lepas dari jebalan doom spending agar finansial tetap stabil di masa sulit?
Simak ulasan selengkapnya dan pembahasan mendalamnya hanya di Majalah JKP Edisi 56!
