7urnalkita+ — Kualitas keimanan dan keluhuran akhlak merupakan dua pilar mutlak yang membedakan seorang mukmin biasa dengan mukmin yang sempurna. Nasihat universal untuk senantiasa bertakwa di mana pun berada menjadi fondasi paling berharga, terutama dalam membangun hubungan pernikahan yang sakinah dan harmonis. Suami maupun istri pada hakikatnya sama-sama merindukan pasangan yang memiliki benteng iman kokoh serta perangai mulia sebagai penyejuk mata dan mitra sejati dalam kehidupan.
Peran perempuan yang sangat strategis sebagai tiang negara sekaligus madrasah pertama bagi anak-anak menuntut hadirnya figur teladan yang nyata. Melalui pesan penuh inspirasi dari Ustaz A. Halimi, Al-Qur'an sebenarnya telah mengabadikan kisah tiga Srikandi Agung yang memberikan peta jalan sempurna mengenai bagaimana seorang wanita sanggup mencapai puncak keimanan dan ketakwaan tertinggi.
Pelajaran Iman dan Kesabaran dari Maryam hingga Asiyah
Teladan pertama datang dari Sayyidah Maryam binti Imran, sosok perempuan yang dijaga kesuciannya sejak kecil dan mendedikasikan hidupnya di mihrab ibadah. Maryam memberikan pelajaran iman berupa penyerahan diri secara total saat menerima takdir berat mengandung tanpa sentuhan laki-laki, sekaligus memperlihatkan akhlak kesabaran luar biasa saat menghadapi tuduhan dan fitnah keji dari kaumnya.
Srikandi kedua adalah Siti Asiyah, istri dari Firaun yang terbukti mampu mempertahankan keimanannya di tengah kekuasaan paling zalim dan kemewahan duniawi. Asiyah menunjukkan keberanian spiritual tanpa kompromi untuk menolak kebatilan, bahkan rela bertaruh nyawa demi memohon rumah di surga di sisi Allah SWT ketimbang menikmati gemerlap istana suaminya.
Kecerdasan Ratu Balqis dan Cara Mengamalkannya
Teladan ketiga terpancar dari Ratu Balqis atau Ratu Saba' yang membuktikan bahwa kedudukan tinggi serta kecerdasan intelektual tidak menjadi penghalang untuk menjemput kebenaran. Balqis menggunakan kerendahan hati dan ketelitian berpikir untuk mencerna mukjizat Nabi Sulaiman AS, hingga akhirnya ia dengan tulus melepaskan takhta dan kepercayaan lamanya demi berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
Ketiga figur legendaris ini memperlihatkan bahwa kombinasi totalitas penyerahan diri, fokus pada akhirat, ketulusan menerima hidayah, serta kerendahan hati adalah kunci utama pembentuk karakter wanita idaman.
Simak ulasan selengkapnya dan pembahasan spiritual mendalamnya hanya di Majalah JKP Edisi 70!